Sample
PROPOSAL
TEFLIN INTERNATIONAL CONFERENCE (Tahun)
TEFLIN INTERNATIONAL CONFERENCE (Tahun)
A. Latar Belakang
Asosiasi Pengajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing di Indonesia yang dalam bahasa Inggris disebut The Association of Teachers of English as a Foreign Language in Indonesia (disingkat TEFLIN) telah mengarungi alur sejarah yang relatif panjang. Pada mulanya gagasan awal muncul pada pertemuan yang diadakan di Kampus IKIP Yogyakarta pada tahun 1970 yang dihadiri oleh perwakilan dari Jurusan Bahasa Inggris IKIP dan Universitas yang ada di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Semula forum tersebut belum diberi nama. Baru pada tahun 1976, ketuanya yaitu Haroen Wijono dari IKIP Yogyakarta memunculkan singkatan TEFLIN sebagai kependekan dari Teachers of English as a Foreign Language in Indonesia. Salah satu bentuk kegiatan TEFLIN adalah konferensi tentang pengajaran bahasa Inggris. Kegiatan konferensi dimulai tahun 1979 dengan peserta kebanyakan dari perguruan tinggi dan sekolah serta lembaga pendidikan bahasa Inggris lainnya yang ada di Pulau Jawa. Perjuangan panjang ini berbuah positif ketika pada tahun 1996 Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Dr Satryo Soemantri Brojonegoro, memberikan pengakuan terhadap organisasi ini sebagai himpunan profesi, bahkan pada saat itu beliau bersedia menjadi Pelindung TEFLIN.
Sejak itu TEFLIN berkembang pesat baik kelembagaan maupun keanggotaannya. Keangotaannya yang semula hanya berasal dari sedikit perguruan tinggi di Yogya dan Jawa Tengah, berkembang pada tahun 1980-an dengan turut sertanya para anggota dari berbagai perguruan tinggi dan persekolahan serta lembaga pendidikan bahasa Inggris lainnya di seluruh Pulau Jawa, dan kemudian pada tahun 1990-an turut serta perguruan tinggi dan lembaga pendidikan terkait lainnya dari hampir semua provinsi di Indonesia. Pada saat itulah frekuensi konferensi yang semula dua kali dalam setahun disepakati menjadi hanya satu kali setahun. Ketika konferensi diselenggarakan pada tahun 1998 oleh AKABA 17 Semarang, muncul inisiatif untuk mengikutsertakan peserta dan pembicara dari negara lain, sehingga sejak itu konferensi menjadi bersifat internasional dengan sebutan TEFLIN International Conference. Maka terselenggaralah setiap tahun konferensi internasional di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Semarang, Denpasar, dan Jakarta. Tahun ini konferensi akan berlangsung di Malang, Jawa Timur dengan tuan rumah Universitas Islam Negeri Malang.
Setiap konferensi mengusung tema yang menunjukkan kepedulian dosen dan guru bahasa Inggris terhadap isu berkenaan dengan pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia. Salah satu pertimbangan itu adalah kesadaran bahwa bahasa termasuk bahasa asing di dalamnya merupakan kebutuhan dasar bagi manusia secara lokal, nasional maupun global. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia menggunakan bahasa untuk menyatakan isi hati dan akal pikirannya dalam berinteraksi satu sama lain. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa telah mempunyai posisi yang terus bertambah penting sebagai medium antar-individu dan antar-bangsa dalam pertukaran budaya serta transaksi pengalaman dan kepentingan bersama. Umat manusia yang datang dari latar belakang budaya dapat berbagi pandangan dan wawasan serta pengalaman hidup melalui penggunaan bahasa. Dalam hal ini, karena bahasa Inggris merupakan lingua franca pada tataran global, bahasa Inggris memainkan peran yang cukup menentukan dalam menjembatani pemahaman bersama antar bangsa dan sekaligus dalam menghidupkan keseluruhan interaksi antar individu dan antar bangsa itu sendiri.
Era globalisasi dan kemajuan dunia dalam berbagai aspek budaya dan teknologi telah mendorong minat yang terus meningkat dalam belajar bahasa, terutama dalam belajar bahasa Inggris. Karenanya kemahiran yang baik dalam bahasa Inggris menjadi isu penting. Untuk itu, tampaknya amat signifikan untuk melakukan penelaahan dan pembahasan tentang peranan pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris dalam kehidupan dan pembangunan yang melibatkan kiprah serta interaksi manusia baik secara individu maupun dalam kelompoknya. Konferensi ini dirancang agar menjadi kegiatan intelektual yang bermakna dengan memunculkan pertanyaan penting bertalian dengan kualitas pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia. diyakini bahwa pengkajian dan penelusuran serta pembahasan mendalam tentang hal ini akan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik lagi terhadap upaya menyeluruh dalam meningkatkan mutu pendidikan bahasa Inggris khususnya dan terhadap pendidikan secara keseluruhan pada umumnya.
Keberadaan bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as a Foreign Language – EFL) diakui merupakan alat ampuh dalam memperlengkapi siswa dan mahasiswa dalam mengantisipasi tantangan persaingan global. EFL telah mempermudah siswa dan mahasiswa untuk mengakses informasi global karena bahasa Inggris digunakan hampir oleh semua sumber information dan teknologi, begitu juga pasar kerja dan berbagai ranah komunikasi global. Akan tetapi di balik posisi penting bahasa Inggris itu, masih tercecer berbagai isu baik pada tingkat lokal, nasional maupun global yang memerlukan kajian dan bahasan serius dalam pertemuan seperti konferensi ini disebabkan dampak yang mungkin ditimbulkannya baik pada ranah kebijakan maupun pada tataran implementasi di ruang kelas. Isu kapan dan bagaimana mengajarkan bahasa Inggris bagi anak-anak Indonesia agar tidak mengganggu proses pembelajaran bahasa Ibu atau bahasa Indonesia-nya sampai kepada bentuk belajar-mengajar bilingual seperti yang akan diterapkan pada Sekolah Rintisan Berstandar Internasional memerlukan bahasan para ahli dan praktisi bahasa Inggris, agar tujuan akhir dalam meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan dapat tercapai dengan baik.
Standar internasional dalam pengajaran bahasa menekankan perlunya perhatian pada fungsi kompetensi komunikatif dalam keseluruhan aspek kehidupan. Sementara itu, pada tataran kurikulum, kita masih berhadapan dengan pertanyaan apakah potensi yang ada pada masing-masing lembaga pendidikan itu mampu secara baik menyiapkan kurikulumnya sendiri secara profesional, dengan berdasarkan pada list of competencies yang ditawarkan secara nasional. Selain itu, para praktisi harus bergumul juga dengan apakah penekanan pada form dan bukan pada function masih merajai kecnderungan praktek pengajaran sebagai akibat dari posisi bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan kenyataan lapangan bahwa guru cenderung lebih menguasai form itu sendiri. Pada sisi lain, para guru masih harus menghadang tantangan ujian nasional yang masih cenderung kognitivis-individualistik sehingga melahirkan backwash effect yang negatif, yaitu munculnya praktik mengajar yang hanya diarahkan pada bahan ujian nasional itu.
Semua kemusykilan di atas akan diperumit lagi dengan kualitas sumber daya manusia yang pada umumnya belum bisa mendukung secara utuh pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris yang efektif dan efisien, sebagai akibat kurangnya kompetensi baik dari sisi substansi kemahiran berbahasa maupun dari sisi penguasaan metodologi yang sudah mulai berbasis teknologi komunikasi dan informasi mutakhir. Tambahan pula masalah missmatch dalam penempatan guru masih merupakan kenyataan di sana-sini, yaitu adanya guru berlatar-belakang pendidikan non-bahasa-Inggris diberi tugas mengajar bahasa Inggris.
Teacher readiness is a significant point to cope with the complexities of ELT classes. English teachers should know the best way to break down the curriculum to meet the students’ need and teaching context which to some extent might require ICT literacy. Boosting teacher’s ICT literacy is a hard work toward the advancement of ELT quality. Questioning about how to prepare the advancement of ELT quality is in line with questioning how to contextualize EFL in Indonesia.
Dengan melihat kompleksitas masalah dalam belajar-mengajar bahasa Inggris di Indonesia ini, the TEFLIN International Conference 2009 secara khusus merupakan ajang untuk menelusuri secara dalam dan luas persoalan yang menyangkut mutu pengajaran dan pelajaran bahasa Inggris di Indonesia, dengan pendekatan antar-disiplin dan kontekstual sesuai kondisi belajar-mengajar yang ada di Indonesia.
B. Tema
Tema yang menjadi rujukan pada konferensi ini adalah (Thema).
C. Tujuan
The TEFLIN International Conference (Tahun), dengan melihat kepada kemusykilan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia, dirancang untuk menjangkau tujuan-tujuan sebagai berikut:
1. memberikan wawasan serta pemahaman kepada para peserta tentang kualitas belajar-mengajar bahasa Inggris di Indonesia dalam konteks penyiapan masyarakat global;
2. mengontektualisasikan semua aspek yang bertalian dengan peningkatan kualitas belajar-mengajar bahasa Inggris di Indonesia;
3. menggali informasi berkenaan dengan isu mutakhir dan temuan penelitian yang bertalian dengan kualitas belajar-mengajar bahasa Inggris di Indonesia;
4. mendorong pengembangan profesional guru dan dosen bahaa Inggris dalam upayanya meningkatkan kualitas belajar-mengajar bahasa Inggris di Indonesia.
D. Topik Bahasan Konferensi
Topik yang akan menjadi bahan pembicaraan dan diskusi dalam konferensi ini meliputi isu dan kepedulian yang menyangkut peningkatan mutu pengajaran bahasa Inggris, sebagai berikut:
1. Teaching and learning Strategies
2. ELT policies and pedagogical practices
3. Teacher professional development
4. Curriculum, syllabus, and material development
5. Language assessment
6. Cultural awareness in ELT
7. The role of Literature in ELT
8. Classroom action research in ELT
9. Information and communication technology in ELT
10. Problems and solutions in ELT
11. Current issues on ELT in Indonesia and other countries
E. Kegiatan
Secara umum, kegiatan konferensi akan terdiri atas sesi pleno dan sesi parallel. Sesi parallel terdiri atas penyuguhan makalah, lokakarya, penyuguhan poster/film, dan ekshibisi pengarang (kajian buku). Serangkaian dengan sesi parallel, sesi khusus akan diadakan untuk guru pendidikan dasar dan menengah yang dijadwalkan pada hari pertama dan kedua konferensi. Sesi khusus ini dirancang khusus untuk memenuhi minat dan kebutuhan para guru. Selain itu, malam budaya akan pula digelar, khususnya seni budaya Jawa Timur.
F. Peserta
Peserta konferensi terdiri atas 400 - 450 guru dan dosen bahasa Inggris yang berasal dari seluruh Indonesia dan juga peserta dari mancanagara.
G. Pembicara/Pemakalah
Pembicara/pemakalah dalam konferensi ini terdiri atas pembicara undangan, pembicara pleno, pemakalah sesi paralel yang berasal dari mancanagara dan dari dalam negeri. Pembicara dari luar negeri adalah para ahli dalam pengajaran bahasa Inggris, yang mewakili dan/atau disponsori oleh lembaga-lembaga internasional seperti Regional English Language Office (RELO), American-Indonesian Education Foundation (AMINEF), Regional English Language Centre (RELC), Indonesia International Education Foundation (IIEF), AusAID, dan British Council, serta asosiasi pengajar bahasa Inggris di negara lain.
H. Waktu dan Tempat
The 56th TEFLIN International conference akan diselenggarakan pada:
(pada -Tanggal/Bulan/Tahun sampai - Tanggal/Bulan/Tahun)
di (Tempat Konferensi)
dengan tuan rumahnya Universitas Islam Negeri Malang, Jawa Timur. Agro Wisata Hotel dipilih sebagai tempat penyelenggaraan semua sesi konferensi: upacara pembukaan, lokakarya, sesi pleno, sesi parallel, ekshibisi dan upacara penutupan, karena hotel ini mempunyai fasilitas yang memadai untuk penyelenggaraan konferensi internasional ini.
I. Sasaran Publikasi
Konferensi internasional ini dirancang untuk mampu melahirkan makalah yang patut dipublikasikan dalam jurnal bertaraf nasional dan internasional. Secara lebih spesifik, konferensi ini akan memilah dan memilih:
· 16 makalah yang layak terbit dalam berkala bereputasi internasional
· 16 makalah yang layak terbit dalam berkala nasional/regional yang sudah beraspirasi internasional
· 16 makalah yang layak terbit dalam berkala nasional
Dalam pengalaman penyelenggaraan konferensi pada tahun-tahun sebelumnya, abstrak yang masuk secara kuantitatif selalu melampaui rongga yang tersedia dalam skedul konferensi tersebut. Panitia Pengarah dan Seksi Makalah melakukan seleksi ketat dengan melihat kesesuaian substansi dengan topik yang telah disepakati pengurus TEFLIN dan Panitia Penyelenggara. Khusus untuk pemilihan makalah dalam Konferensi 2009 ini, para peserta akan diminta untuk memasukkan makalah lengkap pada 30 September 2009. Selanjutnya Tim Khusus para ahli dari Pengurus TEFLIN dan mitra bestari (reviwers) Jurnal TEFLIN baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri menyeleksi dan memberi masukan perbaikan pada makalah-makalah tersebut untuk dikategorisasikan ke dalam makalah bertaraf jurnal internasional, jurnal nasional, dan jurnal lainnya.
K. Penutup
Upaya pemilihan makalah dengan kualitas bertaraf jurnal nasional dan internasional ini diharapkan dapat mendorong lebih cepat lagi posisi publikasi ilmiah para akademisi dan peneliti di Indonesia sehingga setara dan bahkan kompetitif dengan koleganya di Negara lain.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 2
Panitia Penyelenggara Konferensi
|
THE COMMITTEE OF THE 56th TEFLIN INTERNATIONAL CONFERENCE (tahun)
|
|||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
STEERING COMMITTEE
|
|
|
|
|
|
|
|||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
Patron
|
|
|
|
——————————-
|
|
|
|||||
|
|
|
|
|
(Rector of ……………)
|
|||||||
|
Advisor
|
|
|
|
…………………………… (TEFLIN President)
|
|||||||
|
|
|
|
|
………………………….. (Advisor, TEFLIN)
|
|||||||
|
|
|
|
|
…………………………… (TEFLIN Vice President)
|
|||||||
|
|
|
|
|
…………………………… (TEFLIn Vice President)
|
|||||||
|
Chairperson
|
|
|
…………………………… (Vice Rector I)
|
||||||||
|
Members
|
|
|
|
…………………………… (Vice Rector II)
|
|
||||||
|
|
|
|
|
……………………… (Vice Rector III)
|
|
||||||
|
|
|
|
|
…………………………… (Vice Rector IV)
|
|||||||
|
|
|
|
|
…………………………… (Dean)
|
|
||||||
|
|
|
|
|
…………………………… (Vice Dean I)
|
|
||||||
|
|
|
|
|
…………………………… (Vice Dean II)
|
|
||||||
|
|
|
|
|
…………………………… (Vice Dean III)
|
|||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
ORGANIZING COMMITTEE
|
|
|
|
|
|
||||||
|
Chairperson
|
|
|
……………………………
|
|
|
|
|||||
|
Vice Chairperson
|
|
|
……………………………
|
|
|
||||||
|
Secretary
|
|
|
|
……………………………
|
|
||||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|||||
|
Treasurer
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|||||
|
Vice Treasurer
|
|
|
……………………………
|
|
|
|
|||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
SECTIONS
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
a. Paper and Sessions
|
|
…………………………….
|
(Coordinator)
|
||||||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
||||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
||||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|||||
|
c. Ceremony and Entertainment
|
……………………………
|
(Coordinator)
|
|||||||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|||||
|
d. Secretariat
|
|
|
……………………………
|
(Coordinator)
|
|||||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|
||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|||||
|
e. Proceeding and Report
|
|
……………………………
|
(Coordinator)
|
||||||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|
||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||
|
e. Public Relation and Fund Raising
|
……………………………
|
(Coordinator)
|
|||||||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|
||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|
||||
|
f. Accommodation and Transportation
|
……………………………
|
|
(Coordinator)
|
||||||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|
||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|
||||
|
g. Documentation and Property
|
……………………………
|
(Coordinator)
|
|||||||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|
||||
|
|
|
|
|
……………………………
|
|
|
|||||
|
h. Food and Beverages
|
|
……………………………
|
|
(Coordinator)
|
|||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Lampiran 2
Gambaran Umum Acara Konferensi
8 December
08.00 – 10.30 On-site registration
10.30 – 12.00 Opening Ceremony
12.00 – 13.00 Lunch
13.00 – 14.00 Plenary Session
14.00 – 15.00 Paper Presentation
14.00 – 15.00 Plenary Teacher Session
15.00 – 15.30 Coffee Break
15.30 – 16.30 Plenary Session
16.30 – 17.30 Paper Presentation
16.30 – 17.30 Parallel Teacher Session
18.00 – 19.00 Dinner
19.00 – 21.00 Business Meeting
9 December
06.00 – 08.00 Breakfast
08.00 – 09.00 Paper Presentation
08.00 – 09.00 Parallel Teacher session
09.00 – 09.30 Coffee break
09.30 – 10.30 Plenary Session
10.30 – 11.30 Posters and Film Presentation
11.30 – 12.30 Author Session
12.30 – 13.30 Lunch
13.30 – 14.30 Closing Ceremony for Teacher Sessions
13.30 – 14.30 Plenary Session
14.30 – 15.30 Paper Presentation
15.30 – 16.00 Coffee break
16.00 – 17.30 Workshop
18.00 – 21.00 Dinner and Cultural Night
10 December
06.00 – 08.00 Breakfast
08.00 – 09.00 Workshop / Author Session
09.00 – 09.30 Coffee break
09.30 – 10.30 Plenary Session
10.30 – 11.30 Panel Discussion (All invited Speakers)
11.30 – 12.00 Closing Ceremony
Lampiran 3
Pembiayaan
|
KONFERENSI INTERNASIONAL TEFLIN KE-56, (tahun)
|
|||||
|
Tanggal/Bulan/Tahun
|
|||||
|
|
|
|
|
|
|
|
No
|
Uraian
|
Unit
|
Vol.
|
Satuan
|
Jumlah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
A
|
AKOMODASI
|
|
|
|
|
|
1
|
Akomodasi pengurus TEFLIN
|
3
|
20
|
|
|
|
2
|
Akomodation panitia
|
3
|
20
|
|
|
|
3
|
Akomodasi Nara Sumber
|
3
|
12
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
B
|
HONORARIUM
|
|
|
|
|
|
1
|
Honorarium Nara Sumber Lokal
|
1
|
4
|
|
|
|
2
|
Grant Guru
|
1
|
10
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
C
|
TRANSPORTASI
|
|
|
|
|
|
1
|
Transport Lokal Nara Sumber
|
2
|
12
|
|
|
|
2
|
Transportasi Operasional
|
5
|
10
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
D
|
KONSUMSI
|
|
|
|
|
|
1
|
Additional Meals
|
2
|
100
|
|
|
|
2
|
Konsumsi Rapat
|
20
|
50
|
|
|
|
3
|
Konsumsi lembur persiapan kegiatan
|
1
|
5
|
|
|
|
4
|
Konsumsi (Snack) Business Meeting
|
1
|
50
|
|
|
|
5
|
Konsumsi Malam kesenian
|
1
|
550
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
E
|
KESEKRETARIATAN
|
|
|
|
|
|
1
|
Brosur
|
2
|
1000
|
|
|
|
2
|
Amplop ber-kop
|
2
|
1000
|
|
|
|
3
|
Pengiriman brosur
|
2
|
1000
|
|
|
|
4
|
Kartu peserta dan panitia
|
1
|
550
|
|
|
|
5
|
Certificate
|
1
|
550
|
|
|
|
6
|
Handouts
|
12
|
500
|
|
|
|
7
|
Note Book
|
1
|
550
|
|
|
|
8
|
Pen
|
1
|
550
|
|
|
|
9
|
Conference Guide & Abstract / Program Book
|
1
|
550
|
|
|
|
10
|
Tas
|
1
|
550
|
|
|
|
11
|
Banner
|
1
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
F
|
KOMUNIKASI
|
|
|
|
|
|
1
|
Pemasangan web-site
|
1
|
1
|
|
|
|
2
|
Komunikasi
|
10
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
G
|
PERLENGKAPAN
|
|
|
|
|
|
1
|
Sewa ruang pertemuan
|
2
|
8
|
|
|
|
2
|
Dokumentsi
|
1
|
1
|
|
|
|
3
|
Sewa LCD
|
3
|
8
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
H
|
LAIN-LAIN
|
|
|
|
|
|
1
|
Jurnal TEFLIN
|
2
|
500
|
|
|
|
2
|
Jurnal Lingua
|
1
|
500
|
|
|
|
3
|
Pentas Seni
|
1
|
1
|
|
|
|
4
|
Kas TEFLIN
|
1
|
1
|
|
|
|
|
Sub Total
|
|
|
|
|
|
|
Management Fee (10%)
|
|
|
|
|
|
|
Total
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kota Tanggal/Bulan/Tahun
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nama
|
|
|
|
|
|
|
Chair, Organizing Committee
|
|
Sumber Pendanaan:
1)
2)
3)
Lampiran 4
Venue Conference
Lampiran 5
Pengalaman Menyelenggarakan International Conference
Lampiran 6
Lampiran 6
Daftar Pembicara Internasional
|
No
|
Nama
|
Institusi/Negara
|
|
1
|
……………………………
|
UCLA, USA
|
|
2
|
……………………………
|
University of California-USA
|
|
3
|
……………………………
|
University of Leeds-United Kingdom
|
|
4
|
……………………………
|
Chubu University, Japan
|
|
5
|
……………………………
|
ELT consultant, South East Asia, Bangkok
|
|
6
|
……………………………
|
University of Southern California, USA
|
|
7
|
……………………………
|
Northern Arizona University, USA
|
